Ubud Writers & Readers Festival 2014: Saraswati

IMG_20141002_161631_edit

Pada awal Oktober, saya pergi ke Ubud, Bali. Bukan untuk berlibur, tetapi sama menyenangkannya dengan berlibur. Saya ke sana untuk menghadiri salah satu pesta literasi paling seru di dunia. Ubud Writers & Readers Festival (UWRF).

Saya tidak berancana hadir, tadinya. Kali terakhir saya menghadiri UWRF adalah September (atau Oktober?) 2008. Saya ingat ada Vikram Seth dan Ayu Utami. Dua teman saya, Mikael Johani dan Gratiagusti Chanaya Rompas juga meluncurkan buku puisi mereka. Sejak itu, belum pernah lagi. Yang mengajak saya ke Ubud kali ini adalah Gagasmedia. Saya pergi bersama Alit Susanto–penulis Relationshit–dan perwakilan redaksi.

Tahun ini, UWRF dilangsungkan pada 1-5 Oktober, bertepatan dengan akhir pekan Sarawaswati. Jadi, panitia mengangkat tema “Saraswati: Wisdom & Knowledge”. Saraswati adalah dewi pengetahuan dan seni dalam mitologi Hindu. Seringnya, Saraswati digambarkan sebagai sosok yang indah dan memiliki empat lengan–setiap lengan memegang benda berbeda sebagai simbol pengetahuan dan seni . Dia berdiri di atas teratai raksasa serta ditemani angsa putih yang melambangkan kebijakan dan merak yang melambangkan keindahan. Melalui UWRF, kita diajak belajar bersama tentang kebijakan yang berkaitan dengan ekspresi dan kreativitas.

Seperti yang sudah-sudah, sastra menjadi hal yang paling banyak dibahas. Penulis-penulis yang menjadi sorotan utama adalah Robyn Davidson, Tim Cope, Zia Haider, Akhil Sharma, Minae Mizumura, dan Eimear McBride. Penulis-penulis yang memiliki kisah-kisah luar biasa dan karya-karyanya telah mendapat penghargaan. Masing-masing dengan ciri khas mereka. Sementara itu, dari Indonesia, ada Goenawan Mohamad, Ahmad Fuadi, Maggie Tiojakin, Ucu Agustin, Debra Yatim, dan sejumlah penulis muda.

Selain sastra, UWRF juga membahas seni, jurnalisme, komik, cerita anak, perjalanan, yoga, kuliner, lingkungan hidup, film, dan fotografi. Bentuk acaranya sangat beragam. Diskusi, bengkel, peluncuran buku, pasar buku dan seni, pameran karya, jalan-jalan, bersepeda, yoga, memasak, menonton, pertunjukan musik dan puisi, dan makan siang atau makan malam bersama penulis-penulis besar. Dan, tidak hanya diperuntukkan untuk orang dewasa. Banyak acara yang pas diikuti remaja dan anak-anak. Sama sekali tidak membosankan dan tidak melulu membuat kita berpikir berat.

Sastra diimbangi dengan cerita fantasi atau spiritual daerah yang segar–boleh juga disebut jenaka. Monster-monster legenda di setiap negara, misalnya. Genre baru new adult pun kebagian porsi. Setelah menyedot pembaca fiksi pada 2012 dan 2013, new adult harus menghadapi pertanyaan serius: is it a flash in the pan, or here to stay? Politik tidak ketinggalan. Elizabeth Pisani dan Jacqui Baker membahas Indonesia, korupsi, dan hukum.

Isu lingkungan hidup bertambah kental, sepertinya, barangkali karena dipicu oleh tsunami dan meledaknya nuklir di Fukushima tiga tahun lalu serta perusakan hutan di Indonesia yang tidak bisa dikontrol lagi. Saya mengganggapnya sebagai usaha UWRF untuk menekan eksploitasi bumi dan perumusan ulang cara hidup manusia untuk masa mendatang.

I Nyoman Lempad mendapat tempat spesial di UWRF tahun ini. Ada acara yang dikhususkan untuk menghormati mendiang seniman tersebut. Pemutaran dokumenter dan pertunjukan musik. Ada pula pameran lukisan yang menampilkan karya-karyanya.

Pastinya, saya tidak bisa mengikuti semua. UWRF menggunakan puluhan tempat di sekitar Jalan Raya Ubud dan Jalan Raya Sanggingan (sebagian besar adalah restoran dan kafe, sebagian berupa galeri dan museum). Pada satu sesi, ada tiga atau lebih acara yang berjalan berbarengan di banyak tempat. Lagi pula, saya hanya berkesempatan hadir pada 2-4 Oktober. Nanti akan saya ceritakan lebih detail lagi mengenai acara-acara yang saya ikuti. Khusus untuk teman-teman Taste Life Twice!

kiss,
W

Advertisements

Leave your traces...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s