Indonesia International Book Fair: Jalan Menuju Frankfurt

IMG_0590

Pada masa lalu yang belum terlalu lama, book fair adalah hari-hari lelah yang menyenangkan. Sekarang, tentu saja masih menyenangkan. Tidak ada hal tidak menyenangkan ketika harus dihadapkan dengan tumpukan buku, bukan? Minggu pertama di bulan November ini kantor saya disibukkan dengan Indonesia Book Fair yang sekarang telah berganti nama menjadi Indonesia International Book Fair. Pameran buku international yang pertama kalinya ini diadakan di Istora Senayan seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, saya tidak setiap hari berkunjung ke tempat ini. Dalam 9 hari pameran, saya mengaku hanya 2 hari saya berkunjung.


IMG_0586
International Kali Pertama
Tahun ini IKAPI sebagai penyelenggara mengubah konsep book fair menjadi international, dengan menggandeng Saudi Arabia sebagai guest of honor. Karena itu, di beberapa tempat kita bisa melihat stand-stand dari berbagai negara. Korea, selain Saudi Arabia-tentu saja, memiliki stand terbesar di dekat panggung utama. Mereka juga menghadirkan maskot Pororo untuk menarik perhatian. Sayang sekali saya tidak sempat berfoto dengan si penguin biru itu. Jepang menghadirkan manga festival di salah satu sisi ruangan utama. Tahun ini juga menghadirkan rights fair selama 3 hari untuk para penerbit.
IMG_0587
Saya melihat book fair tahun ini adalah pemanasan sebelum Indonesia berangkat ke Frankfurt Book Fair tahun 2015 nanti sebagai guest of honor. Tentunya ini adalah pendapat saya pribadi.

Selain berburu buku, sesungguhnya book fair adalah tempat menyenangkan untuk bertemu penulis (dan meminta tanda tangannya^^). Banyak penulis-penulis yang terlibat dalam event, baik itu event diskusi, workshop, hingga launching buku. Teman saya bahkan kalap ketika melihat event milik Dewi ‘Dee’ Lestari dan langsung membeli kelima bukunya untuk ditandatangani beliau :D.
IMG_0589
Sayangnya…
Menurut saya, sayang sekali book fair yang mengusung konsep international dan menggandeng negara lain sebagai guest of honor ini diselenggarakan di Istora. Buat saya, Istora kurang memadai dan kurang “oke” untuk event international; AC-nya tidak cukup dingin, restroomnya kurang bersih, dan tempatnya sendiri pun kurang bersih. Beberapa kali saya melihat beberapa bule sibuk kipas-kipas karena kepanasan^^. Saya selalu bertanya-tanya kenapa Indonesia Book Fair tidak pernah lagi dihadirkan di JCC.

Tapi, mungkin, sebaiknya kita melihat dari sisi lain yang lebih positif. Semoga para penggiat dunia ini (tentunya dengan dukungan pemerintah) tetap semangat dalam perjalanan menuju guest of honor of FBF 2015 dan seterusnya.

love,
A

Advertisements

2 thoughts on “Indonesia International Book Fair: Jalan Menuju Frankfurt

Leave your traces...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s