Obrolan Bersama Gina

IMG_1615
Saya ‘menemukan’ Mbak Gina sewaktu melihat buku anak milik Fira Basuki. Dan seperti telah diatur, tidak lama kemudian saya memulai pekerjaan saya menangani buku anak, lebih tepatnya lagi mengembangkan buku lokal. Jadi, saat itu saya dan rekan memang harus mencari ilustrator-ilustrator Indonesia dengan taste international. Pastinya saya langsung ingat pada Mbak Gina 🙂

Sejak saat itu, kami telah beberapa kali bekerja sama untuk membuat buku-buku anak. Saya pernah bercerita di postingan sebelumnya bahwa Mbak Gina sangat asyik diajak kerjasama – friendly dan helpful.

Sayangnya, sudah lebih setahun kami belum bekerja sama lagi. Dan saya jadi kangen :). Nah, karena Taste Life Twice adalah blog yang membahas dunia buku, dan ilustrator adalah bagian dari dunia buku, saya ajak Mbak Gina sharing sedikit tentang dunianya.

Yuk, simak obrolan kami.
IMG_1616
Saya: Apa yang membuat Mbak Gina memilih untuk menjadi illustrator buku anak?

Gina: Dunia anak itu bebas  imajinasinya, bisa aneh, warna-warni, yang sedih jadi lucu, tidak ada batasan bentuk dan warna, misalnya buaya tidak harus berbentuk realis, warnanya tidak harus coklat abu-abu, dst

Saya: Selain buku anak, Mbak Gina mengerjakan ilustrasi untuk apa saja?

Gina: Ummm, ada game apps, kartu, t-shirt, packaging, cafe, boneka, pokoknya segala jenis media memungkinkan kok untuk diilustrasikan.

Saya: Di antara semuanya, mana yang menurut Mbak Gina paling menuntut banyak detail untuk dikerjakan?

Gina: Berbeda-beda untuk tiap media, ada yang media luas, detail sedikit karena masalah style, ada media kecil tapi detailnya edan karena dari skrip kita harus menggambarkan suatu adegan beruntun. Biasanya saya sesuaikan lagi antara permintaan dari klien dan masukan dari saya sendiri, usulan yang lebih baik gayanya seperti apakah, targetnya siapakah.

Saya: Menurut Mbak Gina, bagaimana keberadaan buku anak di Indonesia ini? Apakah ada hal-hal yang perlu ditingkatkan atau mungkin diubah agar menjadi lebih baik?

Gina: Semakin membaik prospeknya ya sekarang ini, akan sangat menyenangkan lho bila industri buku bisa memberikan kesempatan pada talent-talent lokal untuk mengangkat gaya ilustrasinya sendiri, yang bergaya Indonesia misalnya, jadi jangan melulu manga style, dan pink pink begitu :D, supaya kita juga terpacu untuk mencari identitas sendiri. Hmm, mungkin harus ada semacam diskusi antara penerbit, ilustrator dan penulis , jadi masing2 bisa menuturkan  plus minusnya, supaya bisa sama-sama mencari jalan keluarnya.

Saya: Apa ada illustrator lain yang menjadi inspirasi Mbak Gina?

Gina: Banyak! Setiap ilustrator yang punya kesungguhan di dalam mengolah karyanya, memasukkan unsur ‘hati’ sejajar dengan ‘kualitas’, dan ‘cerdas’ dalam mengikuti perkembangan jaman, menjadi inspirasi saya 😀

Saya: Bisa cerita sedikit apa saja kesibukan Mbak Gina selama setahun terakhir ini?

Gina: Haha… di luar mengerjakan orderan ya? Sedang berusaha bersama teman-teman seide sepenanggungan membuat event untuk ilustrator dan penulis Indonesia, lewat wadah-wadah yang ada. Salah satunya melalui SCBWI- Society of Children’s Book Writers and Illustrators region Indonesia, juga Kelir- Kelompok Ilustrator Buku Anak Indonesia, dan beberapa forum sejenis lainnya. Sebenarnya kita banyak  lho punya forum yang berkecimpung di bidang buku anak, saya sih mimpi nanti suatu waktu kita bisa gabungin itu semua, sama-sama punya satu visi dan kompak membuat dunia ilustrasi buku anak Indonesia jadi mantap! Asyik kan?

Saya: Seru banget kayaknya, Mbak. Terakhir, boleh dong Mbak Gina beri saran untuk para illustrator yang baru memasuki dunia penerbitan.

Gina: Pesan?  Yang pasti buatlah portfolio yang ciamik, kasih lihat kemampuan kita, nggak perlu semua bisa, yang penting kita menguasai dengan baik dan benar dan bagus tentunya. Setelah itu baru kita bisa punya bargaining power, mau ilustrasi dengan kualitas minimum seperti apa, dengan harga berapa? Mau jadi ilustrator di kelas mana?  Mau yang beneran seperti artis dengan kualitas ilustrasi award dunia? Atau jadi ilustrator ciamik di studio animasi, atau bekerja sama dengan penulis-penulis berkualitas?  Set dan targetkan dari awal. Nggak ada yang instant di dunia ini, software-nya aja yang instant, tapi ‘skill’ dan ‘rasa’ harus dilatih dengan kerja keras, ‘attitude’ juga jangan lupa. Jangan belagu karena sudah pintar, seperti padi makin merunduk makin berisi, lebih asyik pastinya…, naah itu dulu Mbak Ayu,  Terima kasih banyak ya sudah memberi kesempatan pada saya untuk cerita-cerita ya, salaam kreatif! Merdeka! *generasi Unyil soalnya hihi

jpg kecil

1detail

Pastinya, saya yang berterima kasih pada Mbak Gina untuk sharing-nya. Ide Mbak Gina untuk membuat dunia ilustrasi buku anak menarik, lho. Semoga obrolan saya dan Mbak Gina bisa menginspirasi. Dan untuk Mbak Gina, saya masih ingin menagih kerja sama lagi, dong ya, hehehe… 😀

Love,
A
______________
*Foto dan ilustrasi diambil dari Facebook dan blog pribadi milik Gina

Advertisements

2 thoughts on “Obrolan Bersama Gina

  1. Hmm… Mbak Gina ini yang mana ya? Aku bukan tipe orang yang ‘selalu’ memperhatikan siapa ilustrator, editor, proofreader, dan lainnya selain judul, penulis, dan penerbitnya *digeplak*. Dan setuju, dunia anak-anak itu bebas, nggak terbatas dan mudah banyak mengekspresikannya 😀

    Like

  2. duh, jadi ilustrator buku anak seperti hal yang menyenangkan, ya?
    Good luck, buat mba Gina dengan event-event seputar perkumpulan ilustrator buku anak tersebut di atas. Semoga makin bagus perkembangan buku anak di Indonesia dan segera muncul deh itu awards-awards macam Newbery & Caldecott biar makin men-trigger pekerja buku anak di Indonesia.

    Like

Leave your traces...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s