Our Slice of Romance

Februari selalu bernuansa dadu. Bunga. Pita. Cokelat. Makan malam romantis. Kecupan manis. Bisa juga sepasang macchiato atau teh hangat untuk sepasang sahabat. Atau, semangkuk besar pasta dan sederetan film di ruang keluarga. Atau, bagaimana jika setumpuk roman di sisi tempat tidur?

Kami menyukai kisah cinta. Sangat. Barangkali, sebagian besar buku yang kami baca bertema cinta. Seperti kebanyakan perempuan, kami senang membayangkan lelaki sempurna, pertemuan yang tidak disangka-sangka, obrolan hangat yang memancing senyum dan rona merah di pipi, janji seumur hidup, dan kata-kata “bahagia selama-lamanya” di lembar terakhir.

Nah. Bulan ini, kami ingin berbagi salah satu buku romantis kesayangan kami. Ada sedikit cerita mengenai mengapa kami menyukainya, tentang cinta yang ada di dalamnya, dan bagaimana kami berkenalan dengan kisah itu, dan apa pengaruhnya bagi kami.


Windry’s Slice of Romance: Be With You.

be with you 2 1280263 | Viz Media, 2006

Saya mengenal kisah Takumi dan Mio pada kali pertama lewat film Jepang berjudul sama. Itu sore yang menyenangkan, saya ingat. Sahabat-sahabat saya datang berkunjung dan salah seorang di antara mereka mengajak kami menonton. Yang dia bawa adalah data, jadi kami menonton di komputer. Lalu, begitu saja. Tahu-tahu, saya sudah jatuh cinta.

Tidak lama kemudian, saya tahu bahwa film tersebut diangkat dari sebuah novel karya Takuji Ichikawa. Edisi bahasa Inggris novel itu dijual di Amazon. Saya memesannya. Selang satu bulan, saya kembali jatuh cinta–pada kisah yang sama dalam kemasan yang berbeda. Lucu.

Be With You bercerita tentang cinta pada kali kedua kepada orang yang sama. Tentang musim hujan yang membawa pulang cinta. Tentang cinta yang bertahan setelah melalui perjalanan panjang melompati waktu. Kisah ini dituturkan oleh Takumi, lelaki biasa-biasa saja yang ceroboh dan punya masalah kesehatan.

Istri Takumi, Mio, meninggal karena sakit–tubuhnya melemah setelah melahirkan. Sebelumnya, Mio berkata kepada anak mereka yang masih kecil, Yuji, bahwa dia akan kembali pada musim hujan untuk melihat apakah Takumi dan Yuji baik-baik saja. Pada musim hujan, saat sepasang ayah dan anak yang sedang berduka itu berjalan-jalan di hutan dekat rumah mereka, sebuah pintu di reruntuhan terbuka, lalu Mio muncul dari baliknya. Mio benar-benar kembali.

Tetapi, Mio yang ini tidak mengingat sedikit pun mengenai masa lalu. Mio yang ini tidak mengenal Takumi juga Yuji. Dan, Mio yang ini sedikit lebih muda. Takumi dan Yuji tidak terlalu peduli. Mereka sudah cukup bahagia bisa bersama dengan Mio lagi–selama musim hujan.

Selama musim hujan, dalam kebersamaan mereka yang magis, Takumi bercerita kepada Mio kisah cinta mereka–kisah cinta mereka sederhana. Dan, sedikit demi sedikit, selama musim hujan, mereka merajut kisah cinta baru. Takumi mengira Mio yang ini adalah hantu. Kenyataannya, Mio yang ini datang dari masa lalu. Masa lalu ketika mereka belum bersama.

be with you 3 1280

Bagi saya, buku ini manis, indah, dan hangat. Oh, dan menguras air mata. Seperti kebanyakan penulis Jepang. Ichikawa bertutur perlahan-lahan, membiarkan emosi menggembung, lalu pecah di akhir kisah. Unsur fantasi yang ada di buku ini adalah bagian terbaiknya. Lompatan waktu yang dialami oleh Mio menghadapkan perempuan itu pada dua pilihan: hidupnya atau cinta. Saya rasa, kita sama-sama tahu jawabannya.

Ini buku yang kemudian memengaruhi tulisan-tulisan saya. Hal-hal apa yang ingin saya ceritakan. Bagaimana saya akan menuturkannya. Jika teman-teman mengenal buku ini, dengan mudah kalian akan menemukan jejaknya dalam buku-buku saya.

So, Be With You is my slice of romance. Dan, yang di bawah ini adalah kutipan kesukaan saya.

be with you quotes 1280


Ayu’s Slice of Romance: London

Windry telah berkisah tentang Be With You, novel yang juga adalah kisah roman kesukaan saya. Unsur magis yang lembut sangat terasa dalam kisah Takumi dan Mio. Maka, saya akan berkisah tentang satu novel yang juga memiliki unsur magis lembut yang membuat saya betah membacanya berlama-lama, bahkan rasanya tidak terima saat mencapai halaman terakhir. Novel ini memiliki segala yang saya sukai dalam kisahnya. Novel ini adalah milik Windry.

Ya, kalian tidak salah. Untuk pencinta tulisan Windry tentu tahu novel yang mana.
IMG_2730

327 | Gagas Media, 2013

Pertama, saya jatuh cinta dengan covernya; warna merah dan sebuah nama kota favorite saya – London. Kedua, saya jatuh cinta dengan kisahnya, seperti saya selalu menyukai kisah-kisah yang ditulis Windry. Ketiga, saya jatuh cinta ketika menemukan ‘keberadaan’ saya dalam novel tersebut, bersembunyi dalam tumpukan buku-buku di sebuah toko buku (^^).

Hujan, Goldilocks dan payung merahnya, serta kisah Madam Ellis dan Mister Lowesley, semua hal tersebut membuat kisah Gilang ini semakin terasa manis. Seperti segelas coklat hangat bertabur marshmallow di tengah hujan, kalau boleh saya bilang. Dan saya sangat suka segelas coklat hangat di tengah hujan. Goldilocks adalah butiran marshmallow bagi kisah ini. 🙂
IMG_2731Sesungguhnya novel London ini lah yang kemudian membuat saya menjadi bisa ‘menerima’ ending manis dari sebuah kisah. Hal yang dulu tidak saya sukai. Karena, terkadang, apa yang kita inginkan tidak sama dengan rencana yang telah Tuhan susun. Seperti yang dialami Gilang ketika memutuskan untuk mengejar hatinya ke London. Mungkin ia mendapatkan hasil yang berbeda, tapi ia juga mendapatkan lebih dari yang ia sangka.

London is my slice of romance.

IMG_2732


Happy Valentine untuk semuanya!

Untuk merayakannya, selain kami berbagi novel romance favorite, kami juga ingin berbagi hal lain. Tunggu postingan kami berikutnya, ya.

love & kiss,
A+W

Advertisements

3 thoughts on “Our Slice of Romance

Leave your traces...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s