Read A Story With My Ballerina

read a story 2

Sejak Balerina masih berumur tiga bulan, saya sudah membacakannya cerita. Balerina terkena flu dan dia menangis terus-menerus pada malam hari tidak bisa tidur. Untuk menenangkannya, saya menceritakan kisah Pip tikus pemalu yang ingin mendapatkan pelangi. Lalu, ini menjadi kebiasaan kami sebelum dia tidur. Kini, Balerina seorang pencinta buku juga seperti saya. Untuk hadiah ulang tahunnya yang kelima, dia meminta buku.

Di antara banyak buku yang dia miliki, kami paling suka seri Read A Story dari Erlangga. Saya sebut ‘kami’ karena saya selalu bersemangat membacakannya untuk Balerina. Dia memiliki banyak buku dari banyak penerbit. Beberapa bagus. Ada juga yang hem-yah-bolehlah. Nah, Read A Story ini spesial. Ini seri buku cerita anak-anak yang hampir semuanya berupa fabel dan terjemahan dari luar.

Saya tidak menganaktirikan buku cerita anak-anak buatan penulis Indonesia, tetapi penulis luar selalu lebih berhasil memikat Balerina. Dan, anak-anak selalu jujur. Bagi mereka, menarik ya menarik, tidak ya tidak. Awalnya saya tidak mengerti mengapa. Belakangan, baru saya paham. Buku-buku cerita luar tidak melulu bicara tentang moral dan nilai. Buku-buku itu semata-mata bercerita sambil mengenalkan berbagai macam hal kepada anak-anak. Saya rasa, sama seperti kita orang dewasa, anak-anak tidak suka digurui.

Di antara buku-buku Read A Story, saya dan Balerina menggemari dua penulis: Ruth Galloway dan Diana Hendry yang biasanya bekerja sama dengan Jane Chapman. Cerita-ceritanya sederhana, menyenangkan, dan lucu. Diana Hendry dan Jane Chapman lebih menawarkan alur yang berpola dengan suasana yang kaya. Sementara, Ruth Galloway banyak bermain kata dan–ini interpretasi saya–mengajak anak-anak mengeksplorasi bahasa.

read a story 1 read a story 3

Diana Hendry dan Jane Chapman menampilkan tokoh Tikus Kecil dan Tikus Besar. Biasanya, Tikus Kecil akan merepotkan Tikus Besar, tetapi sebenarnya Tikus Kecil menyayangi Tikus Besar. Ruth Galloway memiliki segerombolan hewan laut yang lucu: Ikan Lincah, Hiu Murah Senyum, Kepiting Kikuk, dan Gurita yang Suka Menggelitik. Masing-masing memiliki buku sendiri. Masing-masing punya petualangan sendiri. Semua asyik untuk diikuti.

Tentang eksplorasi bahasa dalam buku-buku ini. Banyak buku mencoba sederhana dalam pemakaian kata-kata. Buku-buku ini justru berani mengenalkan kata-kata yang tidak sering digunakan. Balerina tahu arti geliang-geliut dari Malam yang Sangat Berisik. Saya bahkan baru tahu kata itu saat membacakannya. Dan, penerjemah buku-buku ini mahir. Mereka berhasil menemukan kata pengganti sekaligus mempertahankan irama.

read a story 6

read a story 7

read a story 4

read a story 5

Jadi, untuk kalian para ibu yang senang membacakan buku kepada anak, saya ingin menyarankan seri Read A Story. Barangkali, kalian akan menyukainya juga. Untuk kalian para ibu yang belum membacakan buku kepada anak, segeralah. Luar biasa asyik. Membaca buku bersama adalah salah satu momen saya dan Balerina yang paling berkualitas.

Kiss,
W

Advertisements

5 thoughts on “Read A Story With My Ballerina

  1. saya juga suka bacain buku dongeng buat ponakan saya yang usianya hampir 3 tahun, tapi bukan buku read a story. dia suka sekali didongengin..sampai-sampai suka nagih..meskipun buku yang dibacakan cuma satu..itu-itu aja, karena memang belum beli buku cerita lagi.. kayaknya buku read a story bagus dan recommend banget buat dicoba.

    Like

Leave your traces...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s