Rantai Kebaikan Gitta

IMG_3849

256 hal. | GPU, 2015

Setiap manusia memiliki hantunya masing-masing…

Gitta hanya ingin mencoba mengikuti permainan yang digagas seorang temannya, Yunike, di facebook. Permainan pay it forward di mana Yunike akan memilih tiga orang pertama yang menuliskan “I’m in” di kolom komentar untuk ia beri hadiah. Persyaratannya hanyalah tiga orang tersebut harus melakukan hal yang sama; copy paste status Yunike di laman facebook masing-masing dan memilih tiga orang pengomentar pertama untuk diberi hadiah. Pay it forward adalah rantai kebaikan yang (sebaiknya) tidak terputus.

Namun, masalah dimulai ketika pengomentar pertama dari status yang Gitta buat adalah orang yang tidak ia sangka – Tedjas. Gitta mengenal laki-laki ini pada masa awal orientasi di kampus. Mereka satu kelompok, kelompok yang nyaris gagal karena ketidakpedulian Tedjas. Sejak itu kesan buruk Tedjas melekat dalam diri Gitta.

Pada akhirnya, permainan pay it forward yang semula diikuti tanpa beban justru membawa Gitta terlibat dalam hidup Tedjas. Di samping itu, Gitta juga harus menghadapi masalah keluarga ketika ia menemukan Ayahnya menyembunyikan sesuatu darinya. Sesuatu yang penting, yang mengakibatkan jarak antara Gitta dan sang Ayah.
IMG_3850
Saya yakin banyak yang langsung teringat film keluaran tahun 2000 silam berjudul sama yang dibintangi oleh Helen Hunt dan Kevin Spacey. Saya pun mengingat hal yang sama. Buat saya, konsep pay it forward yang diusung Emma Grace untuk menjembatani konflik-konflik dalam cerita ini menarik sekali. Masalah Gitta dan Ayahnya lah yang lebih menarik perhatian saya daripada masalah hati Gitta dan Tedjas. Kisah cewek baik-baik dan cowok badung yang penyendiri dan tidak pedulian sudah biasa. Karena itu sesungguhnya sang Ayah masih bisa digali lebih dalam lagi. Dan, meski menjelang tengah buku alurnya menjadi sedikit lambat, saya menikmatinya karena penasaran dengan akhirnya.

Untuk saya, daripada kisah cinta, novel ini lebih kepada drama keluarga dan pencarian diri sang tokoh utama dengan alur yang sederhana dan tenang.

Dan seperti yang telah saya tulis di atas, konsep pay it forward ini selalu sukses menarik minat saya. Setiap saya menemukan hal menarik yang bisa dilakukan, saya selalu ingin melakukannya. Bagaimana kalau Saya dan Windry membuat giveaway dengan konsep pay it forward? Setuju, tidak? 🙂

Terakhir, terima kasih kepada Emma Grace yang mengirimkan novelnya untuk saya nikmati. Saya selalu senang menerima buku bacaan^^.

love,
A

Advertisements

Leave your traces...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s