Rantai Kebaikan Gitta

IMG_3849

256 hal. | GPU, 2015

Setiap manusia memiliki hantunya masing-masing…

Gitta hanya ingin mencoba mengikuti permainan yang digagas seorang temannya, Yunike, di facebook. Permainan pay it forward di mana Yunike akan memilih tiga orang pertama yang menuliskan “I’m in” di kolom komentar untuk ia beri hadiah. Persyaratannya hanyalah tiga orang tersebut harus melakukan hal yang sama; copy paste status Yunike di laman facebook masing-masing dan memilih tiga orang pengomentar pertama untuk diberi hadiah. Pay it forward adalah rantai kebaikan yang (sebaiknya) tidak terputus.
Continue reading

Our Slice of Romance

Februari selalu bernuansa dadu. Bunga. Pita. Cokelat. Makan malam romantis. Kecupan manis. Bisa juga sepasang macchiato atau teh hangat untuk sepasang sahabat. Atau, semangkuk besar pasta dan sederetan film di ruang keluarga. Atau, bagaimana jika setumpuk roman di sisi tempat tidur?

Kami menyukai kisah cinta. Sangat. Barangkali, sebagian besar buku yang kami baca bertema cinta. Seperti kebanyakan perempuan, kami senang membayangkan lelaki sempurna, pertemuan yang tidak disangka-sangka, obrolan hangat yang memancing senyum dan rona merah di pipi, janji seumur hidup, dan kata-kata “bahagia selama-lamanya” di lembar terakhir.

Nah. Bulan ini, kami ingin berbagi salah satu buku romantis kesayangan kami. Ada sedikit cerita mengenai mengapa kami menyukainya, tentang cinta yang ada di dalamnya, dan bagaimana kami berkenalan dengan kisah itu, dan apa pengaruhnya bagi kami.

Continue reading

Satu Jam yang Magis

french pink

74 hal. | Grasindo, 2014

Saya sedang membaca 1Q84. Tuhan tahu seberapa tebal buku Haruki Murakami itu. Di pertengahan bagian kedua, saya merasa membutuhkan udara segar dan ingin mengganti bacaan sejenak. Tidak boleh bacaan yang panjang karena saya tidak ingin meninggalkan 1Q84 terlalu lama. Tidak boleh terlalu rumit pula karena bisa-bisa nanti saya lupa pada apa yang terjadi terhadap Tengo dan Aomame.

Nah, pas sekali, Prisca Primasari baru saja merilis French Pink. Sebuah novella tujuh puluh empat halaman. Dan, sebenarnya saya sudah tertarik pada buku ini sejak obrolan kami di Malang pada akhir Oktober. Ketika itu, Prisca sedikit bercerita kepada saya mengenai buku ini dan hal-hal yang menginspirasi kisah di dalamnya: Jiyugaoka, sebuah distrik bernuansa Eropa di Tokyo, dan shinigami sang pencabut nyawa.
Continue reading

Lelaki yang Tidak Memiliki Warna dan Luka Masa Lalu

tsukuru tazaki

386 hal  |  Knopf, 2014

Biasanya, saya tidak menangis saat membaca buku-buku Haruki Murakami. Dia bukan penulis yang menjual kisah-kisah sentimental. Tetapi, pada bab-bab terakhir Colorless Tsukuru Tazaki and His Years of Pilgrimage, air mata saya bergulir satu per satu membasahi bantal. Saya tidak bisa menahan rasa hangat yang meluap di dada saya. Balerina sampai mendatangi saya dan bertanya, “Kenapa? Bukunya sedih, ya?” Jawab saya, “Tidak. Bukunya bagus.”
Continue reading