[D.I.Y] This Will Be My Year – Journal of 2015

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/2ac/74672637/files/2014/12/img_1892.jpg
Menjelang akhir tahun, salah satu kegiatan saya adalah mencari agenda/jurnal untuk tahun berikutnya. Daripada jurnal yang bisa diisi ulang, saya memang lebih menyukai jurnal yang sudah diset setahun. Jadi, setiap tahun saya bisa memiliki jurnal baru^^. Saya sudah melakukannya bertahun-tahun. Alasan lain adalah, saya bisa membukanya kembali untuk mengenang kegiatan saya di tahun-tahun sebelumnya. Ya, saya menyimpan buku-buku jurnal itu. Kalau yang saya simpan tumpukan kertas, bisa dipastikan akan hilang entah ke mana.
Continue reading

[D.I.Y] Corner Bookmark

hasil

Waktunya berkreasi dengan kertas!

Saya selalu membutuhkan pembatas buku saat membaca. Entah kenapa, saya tidak pernah bisa mengingat halaman berapa saya berhenti membaca pada kali sebelumnya. Saya memang pelupa. Seringnya, buku-buku yang saya beli, terutama buku lokal, sudah menyediakan pembatas buku. Tetapi, tidak begitu dengan buku-buku luar, bukan? Dan, saya membaca buku luar sama banyaknya dengan buku lokal.

Untuk pembatas buku, pada awalnya, saya menggunakan apa saja: struk belanja, label pakaian, tisu. Terkadang, kalau ada waktu luang, saya membuat pembatas buku. Kebetulan, saya senang bermain-main dengan kertas dan pita. Nah, pernah juga saya membuat corner bookmark. Itu salah satu pembatas buku yang paling mudah dibuat. Tidak diperlukan banyak bahan dan hiasan.
Continue reading

[D.I.Y] Recycled Notepad

IMG_0788
Di atas meja saya di kantor, ada satu kotak berwarna hijau yang saya isi dengan tumpukan kertas bekas yang berstatus ‘dibuang sayang’. Saya kerap menggunakannya setiap kali ingin mencatat sesuatu dan tidak bisa menemukan agenda yang terkadang menyelip entah di mana. Tapi, kebiasaan buruk saya adalah setiap kali selesai mencatat di kertas bekas tersebut saya tumpuk begitu saja di atas meja atau saya selipkan di dalam buku yang ada di atas meja. Akibatnya saya harus mencari-cari kembali saat membutuhkan catatan itu.

Terinspirasi dengan adik saya yang hobi mendaur ulang kertas bekas di kantornya menjadi notes-notes mini yang bisa ia kantongi, saya membuat benda yang sama, namun dengan sentuhan yang lebih manis dan tidak berukuran mini karena akan saya letakkan di kantor. Saya yakin sudah banyak orang yang mendaur ulang kertas-kertas bekas menjadi notepad seperti ini, tapi tidak ada salahnya berbagi, bukan? 🙂
Continue reading