Indonesia International Book Fair: Jalan Menuju Frankfurt

IMG_0590

Pada masa lalu yang belum terlalu lama, book fair adalah hari-hari lelah yang menyenangkan. Sekarang, tentu saja masih menyenangkan. Tidak ada hal tidak menyenangkan ketika harus dihadapkan dengan tumpukan buku, bukan? Minggu pertama di bulan November ini kantor saya disibukkan dengan Indonesia Book Fair yang sekarang telah berganti nama menjadi Indonesia International Book Fair. Pameran buku international yang pertama kalinya ini diadakan di Istora Senayan seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, saya tidak setiap hari berkunjung ke tempat ini. Dalam 9 hari pameran, saya mengaku hanya 2 hari saya berkunjung.

Continue reading

Ubud Writers & Readers Festival 2014: Less, Smaller, Slower

uwrf 4 okt2

Ini bukan hari terakhir Ubud Writers & Readers Festival. Tetapi bagi saya, sayangnya, ini adalah hari terakhir. Sebelum malam, saya harus berpisah dengan teman-teman dari Gagasmedia dan kembali ke Jakarta. Saya masih sempat mengikuti dua diskusi dan mampir ke Museum Puri Lukisan walau begitu. Saya juga mengintip rumah I Gusti Nyoman Lempad.

Kami pergi ke lokasi festival sedikit lebih siang hari ini. Pasalnya, tidak jauh dari Jalan Raya Ubud kami sempat terpikat Kou, toko lucu yang menjual selai dan sabun batangan buatan sendiri. Begitu tiba di Jalan Sanggingan, seperti biasa, saya dan teman-teman berpencar. Saya, sekali lagi, bertemu Keibo Oiwa. Bersama seorang sineas asal Jepang juga, Eiji Han Shimizu, dia membahas kehidupan di Jepang setelah Tragedi 3/11.
Continue reading

Ubud Writers & Readers Festival 2014: Honesty

uwrf2

Begitu mendapat kabar akan ke Ubud, saya segera main ke situs Ubud Writers & Readers Festival dan memeriksa daftar acara. Saya tidak terlalu tertarik mengikuti bengkel, jujur saja. Bukan berarti saya menganggap diri sudah mahir dalam menulis dan merasa tidak butuh belajar lagi. Selamanya, kita belajar. Tetapi, pada saat ini, saya lebih ingin mengikuti diskusi-diskusi yang membangkitkan inspirasi. Pada saat ini, itu yang saya butuhkan.
Continue reading

Ubud Writers & Readers Festival 2014: Saraswati

IMG_20141002_161631_edit

Pada awal Oktober, saya pergi ke Ubud, Bali. Bukan untuk berlibur, tetapi sama menyenangkannya dengan berlibur. Saya ke sana untuk menghadiri salah satu pesta literasi paling seru di dunia. Ubud Writers & Readers Festival (UWRF).

Saya tidak berancana hadir, tadinya. Kali terakhir saya menghadiri UWRF adalah September (atau Oktober?) 2008. Saya ingat ada Vikram Seth dan Ayu Utami. Dua teman saya, Mikael Johani dan Gratiagusti Chanaya Rompas juga meluncurkan buku puisi mereka. Sejak itu, belum pernah lagi. Yang mengajak saya ke Ubud kali ini adalah Gagasmedia. Saya pergi bersama Alit Susanto–penulis Relationshit–dan perwakilan redaksi.
Continue reading