Sesuatu Tentang Kertas

Kertas

Belakangan ini, naskah yang panjang adalah sesuatu yang saya hindari. Saya jadi berhati-hati sekali dalam menulis, berusaha hemat dengan kata-kata. Saat menyadari naskah saya menembus halaman keseratus tujuh puluh dan belum ada tanda-tanda akan selesai, saya cemas. Saya semakin cemas saat mengira-ngira jumlah halaman si naskah apabila sudah selesai nanti. Dua ratus.

Dua ratus halaman naskah berarti empat ratus halaman novel. Dan, empat ratus adalah angka minimal. Apa masalahnya? Novel itu, sial benar, akan memiliki harga di atas tujuh puluh ribu rupiah. Itu dua kali harga Orange pada 2008. Mengapa sekarang buku begitu mahal? Jujur, sebagai penulis, saya tidak menyukainya.

Awal Juli yang lalu, saya menerbitkan ulang Orange. Tiga ratus halaman. Harga novel itu, lima puluh ribu rupiah. Selisih tiga bulan, saya menerbitkan Last Forever. Tiga ratus delapan puluh halaman. Harga novel ini, enam puluh sembilan ribu rupiah. Novel ini memang lebih tebal, tetapi yang menyebabkan rentang harga tersebut begitu besar adalah kertas.

Continue reading

Knacker

Knacker 1

Inspirasi bisa datang dari mana saja–atau siapa saja. Bahkan, dari mereka yang jauh lebih muda, yang seringnya tidak diperhitungkan.

Beberapa waktu lalu, saya mendapat kiriman majalah bernama Knacker. Penampilannya tidak terlalu istimewa, sebenarnya. Saya tidak langsung menyadari bahwa itu adalah majalah. Ukurannya A5 dan desainnya terlalu sederhana. Tata letak isinya pun mentah. Tetapi, setelah membaca apa yang ditulis dalam majalah itu, saya cukup kagum. Wow, pikir saya.
Continue reading

Kita Dalam Film

Selamat Hari Buku Sedunia!

Ini 23 April. Tetapi, entah mengapa saya justru berpikir untuk menulis sesuatu tentang kita. Bukan tentang buku. Kita, pencinta buku dan kata. Dan, saya ingin membahas beberapa film yang sangat dekat dengan obsesi kita. Mengapa film? Selain membaca, saya juga menonton. Bahkan, sebagian tulisan saya terinspirasi dari film karena pada dasarnya saya mudah tergugah oleh hal-hal yang sifatnya visual.

Nah, terkadang, saya menemukan diri saya dalam film-film yang saya tonton. Beberapa di antaranya sangat saya sukai. Ini film-film tersebut, barangkali sama dengan daftar kesukaan kalian.

Dead Poets Society

Dead Poets Society Continue reading

Mengintip Ilustrator Indonesia

Screen Shot 2015-03-30 at 8.02.32 AM

Lagi-lagi saya ingin membahas tentang ilustrator 🙂

Pada satu siang seseorang membagi link sebuah website di linimasa facebook. Sebuah website yang baru berdiri, berisikan kumpulan ilustrasi-ilustrasi lokal. Sebagai seseorang yang senang dengan ilustrasi, terlebih dalam pekerjaan yang juga menuntut untuk up to date mengenai ilustrasi-ilutrasi lokal, saya langsung berkunjung.

Dalam website tersebut saya menemukan kumpulan ilustrator yang memajang karyanya. Mungkin, seperti DeviantArt atau Behance, namun semua adalah ilustrator Indonesia. Penasaran, saya langsung menghubungi salah satu pendiri yang namanya tercantum dalam website, Evelline Andrya.
Continue reading

2015 Reading Challenge

IMG_7526

Ketika sedang menetapkan jumlah buku di tantangan membaca goodreads awal tahun ini, saya mendadak enggan memasang jumlah banyak seperti 2014 lalu. Mungkin saya sedang malas membaca (sepertinya ini tidak mungkin, sih :p). Mungkin saya hanya bosan dengan tantangan membaca goodreads yang selalu saya set setiap tahunnya. Mungkin saya hanya ingin sesuatu yang baru.

Lalu, saya menemukan list ini ketika sedang membuka pinterest. Tantangan yang lucu! (tentunya kalian tahu, lucu seperti apa yang saya maksud, kan? ;D). Ide ini menarik dan saya ingin mengikutinya.

Continue reading

Beautiful Khama Khama

khama khama web

Siapa penggila notes di sini? Siapa yang menyukai dan mengumpulkan buku-buku tulis cantik, yang memiliki sampul indah dan kertas menguning yang lembut (tapi tidak pernah tega menggunakannya)? Saya adalah salah satunya. Apakah kalian juga? Kalau iya, barangkali kalian akan jatuh cinta juga kepada Khama Khama.

Khama Khama merupakan brand lokal yang menawarkan notes dengan desain istimewa dan kualitas bagus. Sebenarnya, saya sudah mengenal brand ini lewat Facebook sejak beberapa tahun lalu. Ketika itu, saya langsung jatuh cinta. Notes Khama Khama selalu dibalut dengan kain-kain desainer, dilengkapi pembatas berupa pita yang ujung-ujungnya diberi charm dengan tema tertentu–biasanya disesuaikan dengan corak sampulnya.
Continue reading

[D.I.Y] This Will Be My Year – Journal of 2015

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/2ac/74672637/files/2014/12/img_1892.jpg
Menjelang akhir tahun, salah satu kegiatan saya adalah mencari agenda/jurnal untuk tahun berikutnya. Daripada jurnal yang bisa diisi ulang, saya memang lebih menyukai jurnal yang sudah diset setahun. Jadi, setiap tahun saya bisa memiliki jurnal baru^^. Saya sudah melakukannya bertahun-tahun. Alasan lain adalah, saya bisa membukanya kembali untuk mengenang kegiatan saya di tahun-tahun sebelumnya. Ya, saya menyimpan buku-buku jurnal itu. Kalau yang saya simpan tumpukan kertas, bisa dipastikan akan hilang entah ke mana.
Continue reading